Senin, 23 Maret 2015

PERANAN KOLOID DALAM KEHIDUPAN SEHARI - HARI

Sifat karakteristik kolid yang penting, yaitu sangat bermanfaat untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi skala besar. Oleh karena sifat tersebut, sistem koloid menjadi banyak kita jumpai dalam industri (aplikasi koloid untuk produksi cukup luas). Tetapi selain industri, sistem koloid juga banyak dapat kita jumpai dsalam kehidupan kita sehari-hari, contohnya saja di alam, kedokteran, pertanian, kosmetik, industri dsb; 
Penggumpalan darah
Darah mengandung sejumlah kolid protein yangbermuatan negative. Jika terdapat luka kecil, maka luka tersebut dapat doibati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al+3 dan Fe+3, dimana ion-ion tersebut akan membantu menetralkan muatan-muatan partikel koloid protein dan membnatu penggumpalan darah. 

 Pembentukan delta di muara sungai
Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif. Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+, Mg+2, dan Ca+2 yang bermuatan positif. Ketika air sungai bertemu di laut, maka ion-ion positif dari air laut akan menetralkan muatan pasir dan tanah liat. Sehingga, terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta.  

Pengambilan endapan pengotor
Gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses industri seringkali mangandung zat-zat pengotor berupa partikel-partikel koloid. Untuk memisahkan pengotor ini, digunakan alat pengendap elektrostatik yang pelat logamnya yang bermuatan akan digunakan untuk menarik partikel-partikel koloid. 

Pemutihan gula
Dengan melarutkan gula ke dalam air, kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae atau karbon, partikel-partikel koloid kemudian akan mengadsorbsi zat warna tersebut. Sehingga gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. 

Kosmetik
Sebagian besar kosmetik dibuat dalam bentuk koloid. Hal ini dikarenakan beberapa keunggulan pemanfaatan bentuk koloid dalam industri kosmetik yaitu sebagai berikut.
a. Mudah dibersihkan
b. Tidak merusak kulit dan rambut
c. Kemampuan adsorbsi koloid memudahkan penyerapan berbagai bahan yang berfungsi sebagai pewangi, pelembut, dan pewarna
d. Mengandung dua jenis bahan yanng tidak saling melarutkan (liofob)
Contoh koloid dalam industri kosmetik:


 

Makanan
Makanan yang kita konsumsi sehari-hari banyak yang merupakan sistem koloid. Hal ini karena koloid memiliki sifat yang stabil dan tidak mudah rusak. Beberapa contoh makanan yang merupakan koloid yaitu susu, keju, santan, dan es krim. Susu, santan, dan es krim merupakan koloid jenis emulsi karena memiliki fasa terdispersi dan medium pendispersi cair. Keju merupakan jenis koloid emulsi padat yang memiliki fasa terdispersi cair dan medium pendispersi padat.


Obat-obatan
Koloid dimanfaatkan dalam membuat obat-obatan untuk anak-anak. Sebagian besar obat-obatan berbentuk cair karena anak-anak belum mampu mengonsumsi obat-obatan dalam bentuk padat. Dengan bentuk koloid, obat-obatan tersebut mudah untuk diminum oleh anak-anak. Contoh koloid dalam industri farmasi yaitu obat-obatan sirop. Selain obat sirop, terdapat juga jenis aerosol untuk obat sesak napas.
 

 Cat
Cat merupakan koloid jenis sol. Partikel-partikel padat zat warna, oksida logam, bahan penstabil, bahan pengawet, zat pencemerlang, zat pereduksi dihaluskan hingga berukuran partikel koloid. Partikel koloid didispersikan dalam suatu cairan agar sol tetap terjaga kestabilannya dan bahan-bahan didispersikan tidak mengendap ditambahkan emulgator atau zat pelindung yang tergantung pada jenis medium pendispersinya.


Karet 
Getah karet merupakan koloid tipe sol yang banyak digunakan sebagai bahan dasar industri karet. Karet diperoleh dengan cara mengkoagulasikan getah karet dengan asam formiat (HCOOH) atau asam asetat (H3C2O2H), agar menggumpal dan terpisah dari medium pendispersinya. Gumpalan karet digiling dan dicuci, kemudian diproses lebih lanjut sebagai lembaran yang disebut sheet


Perlengkapan rumah tangga
Koloid banyak digunakan dalam membuat keperluan rumah tangga, misalnya deterjen, sabun, dan pasta gigi. Sabun dan deterjen merupakan emulgator untuk membentuk emulsi antara kotoran (minyak/ lemak) dengan air. Prinsip koloid juga digunakan dalam proses pencucian dengan sabun dan deterjen. Sabun/ deterjen akan mengemulsikan minyak dalam air sehingga kotoran-kotoran berupa lemak atau minyak dapat dibersihkan dengan cara pembilasan dengan air.

 
 Selain produk yang berupa koloid, dalam kehidupan sehari-hari kita juga memanfaatkan sifat-sifat koloid dalam bidang industri yaitu :
Mengurangi polusi udara
        Gas buangan pabrik yang mengandung asap dan partikel berbahaya dapat diatasi dengan menggunakan alat yang disebut pengendap cottrel. Prinsip kerja alat ini memanfaatkan sifat muatan dan penggumpalan koloid sehingga gas yang dikeluarkan ke udara telah bebas dari asap dan partikel berbahaya
     Asap dari pabrik sebelum meninggalkan cerobong asap dialirkan melalui ujung-ujung logam yang tajam dan bermuatan pada tegangan tinggi (20.000 sampai 75.000 volt).  Ujung-ujung yang runcing akan mengionkan molekul-molekul dalam udara. Ion-ion tersebut akan diadsorpsi oleh partikel asap dan menjadi bermuatan. Selanjutnya, partikel  bermuatan itu akan tertarik dan diikat pada elektrode yang lainnya. Pengendap Cottrel ini banyak digunakan dalam industri untuk dua tujuan, yaitu mencegah polusi udara oleh buangan beracun dan memperoleh kembali debu yang berharga (misalnya debu logam).


Membantu pasien gagal ginjal
         Proses dialisis untuk memisahkan partikel-partikel koloid dan zat terlarut merupakan dasar bagi pengembangan dialisator. Penerapan dalam kesehatan adalah sebagai mesin pencuci darah untuk penderita gagal ginjal. Dengan melakukan cuci darah yang memanfaatkan prinsip dialisis koloid, senyawa beracun seperti urea dan keratin dalam darah penderita gagal ginjal dapat dikeluarkan. Darah yang telah bersih kemudian dimasukkan kembali ke tubuh pasien.

  
Penjernihan Air
https://fauzanagazali.files.wordpress.com/2011/05/penjernihan-air.jpg
 Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat,lumpur, dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. Oleh karena itu, untuk menjadikannya layak untuk diminum, harus dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat dipisahkan. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3.Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi: Al3+ + 3H2O Al(OH)3 + 3H+ . Setelah itu, Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi. 

Sebagai deodoran
Deodoran mengandung aluminium klorida yang dapat mengkoagulasi atau mengendapkan protein dalam keringat.endapan protein ini dapat menghalangi kerja kelenjer keringat sehingga keringat dan potein yang dihasilkan berkurang.

Sebagai bahan pencuci
Prinsip koloid juga digunakan dalam proses pencucian dengan sabun dan detergen. Dalam pencucian dengan sabun atau detergen, sabun/ detergen berfungsi sebagai emulgator. Sabun/detergen akan mengemulsikan minyak dalam air  sehingga kotoran-kotoran berupa lemak atau minyak dapat dihilangkan dengan cara pembilasan dengan air.

2 komentar:

Risa Nandriani mengatakan...

sukron

Unknown mengatakan...

Prinsip kerja kosmetik gimana ya??

Posting Komentar

 
Copyright 2009 Blogger